penang

Berhubung baru saja pulang dan ini diniatkan menjadi catatan pengalaman. Isi notebook saya akan ditulis ulang di blog ini. Ada beberapa tips yang mungkin sudah Anda ketahui, but let’s see ini untuk catatan saya untuk pergi lain kali.

Sebelumnya saya malas diajak ke Penang. Tapi setelah beberapa saat saya mengiyakan untuk ikut :).  Kali ini selain untuk menemani ortu, saya punya semacam bucket list muter ke tokobuku. Hitung-hitung menambah koleksi. Asyikk.

Tanpa berpanjang lebar, yuk kita ikuti apa saja tips untuk ke Penang.

Pertama, mengenai akomodasi. Biasanya lama medical checkup bisa diselesaikan dalam waktu sehari. Seharian di rumah sakit. Dari pagi ngantri untuk registrasi, jalanin pemeriksaan, menunggu dokter membacakan risalah pemeriksaan, dan beli obat. Namun ada baiknya, bila tiba sehari sebelum checkup, biar nggak terlalu capek. Tinggal di mana? Kamu bisa mencari promo di Agoda atau Traveloka, keduanya cukup gencar ngasih diskon kan.

Kamu bisa pilih yang dekat Adventis atau Island. Pilihan kami kemarin, di One Pacific Hotel. Lumayan bagus kamarnya, sarapan yang nggak dibilang ok juga sih, tapi letaknya di tengah, letaknya strategis mau kemana-mana.

2. Baju. Masalah baju, mau bawa satu atau dua koper nggak masalah. It’s up to you. Tapi kalau ingin bawa dua, tiga atasan, satu bawahan juga ok aja. Bawaan di kabin jauh lebih dikit, lebih enak kan :D. Disini banyak mall yang menjual busana branded, mulai dari kelas Uniqlo sampai Topman, Guess, H & M.

3. Penting nih. Pakai alas kaki yang nyaman. Di sini cukup banyak tempat yang bisa kamu eksplor. Mau wisata alam ada. Mau ngemall juga bisa. Pakai alas kaki berbahan karet. Kayak tips dari mbak Claudia Kaunang, blio kalau jalan-jalan pakai sandal Crocs.

Kemana-mana selain jalan kaki. Kamu bisa memesan taksi lewat Grab. Lebih nyaman aja pakai aplikasi ini. Harga sudah fix di depan. Beda dengan Uber, si supir bisa mengakali short trip dan jatuhnya kita lebih lama di jalan. Lebih mahal juga. Pastikan kamu membeli paket internet Digi sehingga memudahkan kamu untuk memesan Grab. Jangan lupa memasang Grab di smartphone kamu.

Jika kamu memang belum punya Grab. Minta tolong resepsionis di tempat kamu menginap untuk order Grab. Mereka dengan senang hati akan membantu.

Di hari ketiga, telapak kaki saya blister, alamat pakai sandal Eiger buat jalan-jalan. Pelajaran banget yang satu ini.

4. Bahasa. Berbahasa melayu, Indonesia gitu rasanya sudah lebih dari cukup. Cuman akan lebih baik kalau kamu juga fasih ngomong Inggris, apalagi bisa bahasa mandarin. Dijamin bakal lebih seru tuh jalan-jalan kamu.

5. Kuliner. IMO rasa masakan Penang yang digadang-gadang juara itu, kok buat lidah saya rasanya biasa saja. Cita rasa dan kemanyuksan kuliner Penang tidak sekuat dan seenak kuliner lokal.

Beberapa tempat makan rekomen yang bisa kamu coba.

Ada Kim Poh Roasted Chicken, Ting Tong Restaurant, foodcourt di Gurney Hawking Food Centre. Buat yang pengen nyoba duren, bisa coba malam-malam di Ah Teik Duren. Lorong Susu.

Buat menyiasati masalah ini, saran saya, kamu boleh bawa sambal sachet, atau misalnya sambal bawang bu Rudy deh. Cuman itu, botol kecilnya 130ml, apa nggak diambil pas pemeriksaan security 😀

Makan kamu bakal lebih jos kalau ada sambal a la Indonesia.

6. Toko buku. Ke luar negeri bagi para penggemar buku rasanya kurang afdol kalau nggak mampir ke tokobuku mereka. Kemarin saya menyempatkan melihat tokobuku seperti Times, Borders, hingga Gerak Budaya. Untuk review tempat belanja buku ini, akan saya buat di artikel terpisah.

 

Semoga tips ini bermanfaat. Ada tempat kuliner rekomendasi? Tinggalkan pesan di bagian komentar ya.

Advertisements