ilustrasi
ilustrasi kalender sobek (c: buka lapak)

Sejumput kenangan yang menyeruak tatkala melihat sebaris angka atau sebuah angka yang tercetak di sebuah lembaran kertas berwarna dengan polesan dara manis yang berpose manja seakan sedang memamerkan keindahannya kepada kita. Melihat sebuah tanggal yang tertera bisa saja membangkitkan sebuah perasaan hangat tertentu bagi sepasang kekasih yang bersiap bertemu akhir pekan, sebersit kecemasan bila tanggal tersebut adalah ujung dari deadline pekerjaan bagi freelancer atau mahasiswa. Tentu saja kita setidaknya sekali pernah menjumpai kalender sobek, khususnya yang bermotif lawas berpapan kayu berhiaskan model bercap toko maupun logo sebuah perusahaan dengan cetak besar. Atau di meja kerjamu hanya ada kalender bulanan yang praktis dan lebih kekinian coraknya. Pertanyaannya berapa kali dalam sehari kamu mengamati tanggal di kalender?

Menjelang akhir tahun, sebagian pelanggan kami kerap menunggu kalender tahun yang baru. Tak terkecuali kami. Dari pengalaman dua tahun terakhir banyak yang menginginkan kalender harian. Kalender sobek utamanya. Meski pun kebanyakan perusahaan misalnya saja bank juga memberikan kalender duduk, notes, bahkan parsel tahun baru sebagai sarana keakraban kepada pelanggan setia (baca: nasabah). Tapi tentu saja, dalam benak kebanyakan orang, kalender sobek harus menjadi prasyarat pertama buat mengarungi tahun baru. Kalender sobek biasanya tidak dibagikan banyak oleh bank. Kecuali kamu membelinya di toko buku atau swalayan terdekat. Omong-omong alternatif terakhir sudah pasti akan dilewatkan. Apabila kalender harian tersebut bisa didapatkan secara cuma-cuma. Tanpa membayar sepeser pun. Uangnya bisa buat bingkisan lain atawa barang kebutuhan pokok yang penting barang kali.

***

Kalender sobek memang menghadirkan sensasi tersendiri bagi penggunanya. Ketika hari sudah sore dan akan melewati permulaan yang baru lagi. Sobekan kertas itu menjadi semacam rasa bangga. “Ah, saya sudah berhasil melewati hari ini dengan baik.” pikir sebagian orang. Kalau orang itu menyobek kertas tanggal pada pagi hari saat sebelum beraktivitas, bisa jadi sobekan kertas itu menjadi semacam doa. “Ah, saya akan melewati hari ini dengan baik”. Selain tanggalan harian. Ada pula orang yang senang dengan kalender bulanan. Rutinitas yang berbeda namun menarik bisa kita jumpai.

Terlihat selembar kalender. Di sana deretan angka yang berarti tanggal dalam seminggu penuh dengan tanda silang. Itu berarti seminggu penuh sudah dilewati. Ini bukan kegiatan sepele, bila kamu menyangsikan orang ini. Tanpa diragukan sedikitpun kerajinannya. Selepas makan malam. Orang ini akan menggenggam sebuah ballpoint dan menggoreskan tanda silang besar-besar di tanggal hari itu. Sembari mengucapkan syukur tak terucapkan karena melewati sebuah hari dengan baik. Kalender bulanan yang berukuran besar adalah favorit. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan manis di kalender duduk di desk kantor Anda.

***

Coba bayangkan kalender yang diproduksi masal menjelang akhir tahun. Sebut saja kalender harian. Berapa banyak lembaran kertas yang diperlukan buat tradisi ini. Saya baru saja membaca uraian tentang material kertas di “Stuff Matters”. Ditulis dengan menarik oleh Mark Miodownik, seorang profesor bidang material dan masyarakat University College London. Buku ini menarik bagi saya karena masuk dalam daftar bacaan Bill Gates. Pada bagian pembuka “Trusted” sang penulis mencoba menggelitik kita dengan mengatakan, “kertas adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita, bahkan tanpa kita sadari kertas dulunya mahal dan terhitung langka.”

Di bab ini, Mark dengan narasi yang personal membahas kegunaan kertas dan sifat-sifat unik yang ada. Bagaimana kertas pembungkus, origami bisa dilipat sedemikian rupa dan bahan yang lain seperti plastik tidak bisa melakukannya. Bagaimana partikel janus akan membuat kegiatan membaca buku elektronik jauh lebih menyenangkan ketimbang layar lcd biasa. Adapun sebuah lembar kertas kelihatannya rata, halus, mulus. Sebenarnya kertas tersusun oleh tumpukan serat tipis mungil yang saling menyusun; tentu saja kita tidak dapat merasakan kompleksnya struktur kertas karena hal tersebut didesain secara kasat mata. Umpamanya kita bisa merabai halusnya kertas layaknya melihat indahnya bumi yang terlihat bulat saat diteropong luar angkasa namun ketika diamati lebih dekat akan terlihat barisan bukit, lembah, dan pegunungan.

Kebanyakan kertas bermula dari sebuah pohon. Serat selulosa dan lem organik yang disebut lignin adalah penyusun batang pohon. Alasan kenapa sebatang pohon bisa berumur ratusan tahun lamanya. Proses pembuatan kertas diawali dengan penghancuran batang kayu menjadi bagian-bagian kecil, direbus dalam suhu tinggi, dan diberi tekanan dengan cocktail bahan kimia yang akan menghancurkan ikatan di antara lignin dan akhirnya membebaskan serat-serat selulosa. Hasil akhir proses ini disebut pulp kayu. Jika kita rentangkan di atas permukaan yang rata, maka kita akan menghasilkan sebuah kertas mentah berwarna kecoklatan. Kalau kamu ingin kertasnya terlhat putih terang dibutuhkan bahan kimia pencerah dan bubuk putih kalsium karbonat dalam bentuk debu kapur. Teknologi dua ribu tahun lampau yang kerap kali kita anggap biasa. Namun kegunaannya sangat signifikan. Salah satunya adalah mencatat apapun yang kita inginkan.

Saya sendiri kadang menyelipkan lembaran kalender harian sebagai pembatas buku dadakan, menulis catatan belanjaan, atau sekadar menuliskan sesuatu dalam waktu singkat. Acap kali pula saya harus melihat beberapa kali tanggal di kalender duduk meja kerja saat membuat nota pembelian di toko. Sampai saya ingat dengan tepat tanggal hari itu. Saya amat jarang melihat kalender di gawai. Satu hal yang membuat saya berhasil menekuni tanggalan di kalender duduk adalah pengiriman buku. Sering kali saya sudah mengestimasi kapan paket tersebut akan datang. Di lain waktu saya akan duduk santai membiarkan paket buku datang sebagai kejutan yang menyenangkan.

Jadi. Tinggal satu, dua, tiga, sepuluh hari lagi menutup tahun 2016. Kamu akan memilih dan membeli yang mana: kalender harian, bulanan, atau kalender duduk untuk tahun depan?

Advertisements